Kejutan


aku bersyukur atas satu hal yang aku sadari secara terlambat

terima kasih telah membenturkan aku pada kenyataan pahit itu, yang akan memberiku tanda kalau aku masih sibuk dengan orang-orang yang mengingatku

Tuhan, jagalah mulutku dan pikiranku dari yang jahat, bebaskan aku dari belenggu setan yang berusaha membunuhku dari dalam

dalam untaian kata yang terbentuk sebagai doa, aku berharap sambil menunggu pertolonganMu yang membawaku pada kebenaran

aku tak ingin menghitamkan diri sendiri dengan kebodohan yang sama, sebab aku telah dipilihMu untuk tegar dalam tuntunan kasihMu

kasihMu adalah harta karunku, bergelimang harta rohani, penguat iman dalam angin topan dan badai yang bergelora

rasa marah yang hendak menguasaiku, seolah lari tinggalkanku dengan kata sia-sia… aku sadar posisiku yang tak akan pernah berubah, mungkin juga yang terlalu serius menjalani drama ini

Tuhan, aku hanya punya hati ini sebagai benda pelayananku, hati yang berperan penting sebagai imanku bertumbuh seperti pribadiMu yang spesial dihidupku

hatiku yang rapuh ini kuat bersamaMu dan aku selalu punya cara untuk terlepas dari rasa kecewa, gelisah, benci dan takut yang memanjakanku setiap hari

hidupku adalah belajar mengenal dunia yang jahat dan menikmati kehadiranMu yang istimewa, terlebih kuasaMu yang tanpa batas adalah tujuan utamaku untuk bertahan diatas duri kehidupan

tertusuk ratusan atau bahkan jutaan jarum tak membuatku gentar, gemetar dalam asa yang menjemputku

saat Engkau, Tuhan memanggilku, aku hanya menjawab dengan rasa siap dan penasaran… diawal rasa, tak tau apa yang akan terjadi di depan sana

sampai akhirnya kejutan itu hadir dan mengetuk lemah lututku, mengisyaratkanku untuk mendengarkan lebih keinginanMu dalam hidupku

aku yang memilikiMu sebagai Panglimaku dan juga bentengku, aku merasa aman tanpa ragu keluar dari rumah

kuatkan hati yang rapuh ini Tuhan, sebab dalamMu ada keberanian untuk melupakan, mengikhlaskan dan memaafkan sesakit apapun yang ada saat ini

aku tak pernah lupa kalau semua yang terjadi kemarin, hari ini, besok atau beberapa hari lagi adalah anugerah yang Kau berikan kepadaku agar aku tetap tumbuh bersamaMu sebagai Anak Allah, penerus lidahMu

Tuhan, kadang aku merasa tidak adil tapi aku tau kalau aku tak tau apa-apa soal rencanaMu.. aku pun bertanya terus-menerus, apa yang Kau inginkan, Tuhan? mengapa sakit ini terus ada?

putus asa itu pasti ada dan dengan mudah menyusup masuk, tapi ditengah godaan itu, aku berdoa demi keselamatan.. aku ingin terbang menaungi waktu yang sudah lewat, menghantam badai dengan derai air mata

aku hanyalah salah satu milikMu yang bergantung pada tangan ajaibMu… aku memang tak inginkan kebodohan ini berlanjut, sebab hatiku adalah hartaku

lewat hati yang sekecil biji sesawi itu, aku melayaniMu… bagamana pun rupaMu saat mendatangiku

aku memanggilMu dalam sukacitaku dan aku menyebut namaMu dalam ketakutanku karena aku hanya ingin dekat kepadaMu dengan bantuan penderitaan yang aku alami setiap hari

tegar dalam sukacita yang sudah tersedia, tabah dalam tangis dan tersenyum bersama kesetiaanMu yang menerangi langkah-langkahku

sinari hatku dengan cintaMu, ajari aku untuk mengenal cintaMu bagaimanapun keadaanku saat ini…

pakai aku sebagai alatMu, memancarkan kasiMu tanpa pamrih dan tanpa takut… gerakanlah hatiku dekat padaMu ya Tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s