Langit


kupandangi langit biru, membentang di angkasa.. disanalah kutulis harapan-harapanku

harapanku yang banyak, membuka jalan gelapku

aku menarik nafas berharga itu dan mengeluarkannya, berharap bintang akan bertebaran malam ini

kuhitung bintang per bintang dan ku catat sinarnya di hatiku

hatiku mungkin bercacat setiap waktu, tetapi hati ini adalah hartaku satu-satunya agar aku mampu bertahan hidup

jika aku tak punya kesempatan lagi untuk bertahan hidup, setidaknya aku punya harapan lain untuk melanjutkan hidupku ini

aku ingin berpijak pada lentera kasih, pengharapanku, pertolonganku dalam keadaan tersesat… aku melihat matahari setiap pagi, awan berhilir mudik menghiasi langit indahku… angin yang berhembus menekanku pada satu tombol kehidupan baru

kumenutup mata tapi ku tak dapat menutup hatiku dari kenyataan yang terus mengejarku… saat gelap mataku itu datang, aku berdoa akan ada hujan turun dari Surga

atau ada desir suara yang memanggilku untuk tetaplah berharap sekalipun sakit itu terus menusuk-nusuk telapak kakiku

mungkin hidupku terlalu indah untuk aku tangisi, tapi aku berusaha mencintai hidupku ini seperti Tuhan yang mencintaiku

aku sudah bertahun-tahun duduk dan ditopang berjalan disepanjang hari dan aku merasakan cahaya itu masuk dan mengubah semuanya

kadang lebih baik aku diinjak-injak dan dipandang buruk oleh orang lain daripada aku harus makan gula setiap hari

sakit memang tapi disanalah kubangun pondasi bentengku… aku mencoba bertahan dan menarik kekuatan sebanyak mungkin agar hartaku tak semakin habis

aku ingin kuat bukan untuk main-main tapi juga untuk keselamatan semangat hidupku yang patah

aku sedih jika ditusuk dari belakang, aku kecewa jika aku dibodohi… tapi aku tak punya pilihan lain lagi selain masuk dan menikmatinya

namun, aku sadar inilah hidupku sendiri, dimana aku punya 100% hak untuk menentukan kemana langkahku membawaku, kemana hati ini menuntunku.. aku adalah aku dan mereka adalah mereka

jika aku masih ingin bahagia, aku punya satu cara yang Yesus ajarkan padaku lewat satu keyakinan, bahwa Yesus mampu mengubah segala kutukan menjadi sebuah berkat

hatiku ini kusiramkan dengan air dari Surga, hati yang merindukan kasihMu Tuhan, perdamaian dengan diriku sendiri

aku memang tidak sebersih seperti namaku, tapi aku ingin terus bercahaya seperti Yesus yang senantiasa bercahaya dihatiku

Tuhan, apakah namaku terlalu berat untuk aku jalani? mengapa jalan yang aku jalani penuh dengan keterjalan yang menyiksa? tapi aku tau, Engkau tidak akan lepaskanku dalam kejatuhanku

aku lelah tapi aku mau menyelesaikan… dan aku tau inilah awal dimana aku berjalan memasuki keterjalan itu sendiri

aku mengucap syukur dalam kesakitan ini dan kau mengerti penyertaanMu yang sangat berarti bagiku…

kekuatanku yang kadang melemah, membuatku gundah tapi aku tak mau kehilangan bintang hari ini… aku ingin mengubah tangisan menjadi tawa dan canda

aku ingin menarik garis pelangi masuk kedalam hidupku yang yang kelam.. kupasangkan kertas harapanku pada bambu SurgaMu yang terpampang didepanku

langit saja diam dan tidak pernah berpindah tempat, bagaimana jika aku yang bergerak maju melawan waktu? aku bergerak melupakan kesedihan yang pernah singgah dihidupku dan kusebut namaMu Tuhan, tempat aku bergantung

aku berani menggantung harapanku pada tanganMu Tuhan, sebab aku tau dan aku sadar aku bukan siapa-siapa kalau bukan Engkau yang menghidupkanku lewat hembusan nafasMu

aku mau hidup dalam penderitaan ini bukan untuk sebuah nama, tapi karena aku mau pergi tinggalkan dunia ini dengan seuntai senyum bahagia

kalau bukan untuk orang lain, setidaknya itu bisa mengobati diriku sendiri… karena aku rindu akan penyembuhanMu Tuhan…

jika aku tak bisa lagi mencerminkan pribadiMu yang tertitipkan didalam denyut nadiku, ambil saja hidupku dan nyawaku ini, karena suatu hari nanti, aku akan pulang bersamaMu, entah kapan

andai aku tau kapan hari terakhirku tiba, aku ingin terus memandang langit, entah itu dinding-dinding langit kamarku, sebab aku percaya, diatas langit, ada sepasang mata yang menantiku dan aku ingin segera menjawab panggilan itu

dan itu semua ada karena ayat di surat Filipi yang mengatakan, “Hidup adalah untuk Kristus dan kematian adalah sebuah keuntungan.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s