Saat Jatuh


terima kasih atas berkatMu Tuhan…

terima kasih atas hadiah yang Kau berikan sampai hari ini, terima kasih penyertaanMu yang tak pernah usai

Tuhan, kepada siapa lagi aku mampu menyerahkan semuanya yang sedang aku alami kalau tidak melaluiMu? tempatku mengadu dan berlindung dari segala macam rasa takut

terima kasih telah melindungiku, mengajariku banyak hal meski itu tak mudah untuk aku jalani

namun, karena ketegaran yang Engkau ajarkan, aku berani bertahan bersamaMu, disaat orang-orang berusaha menjatuhkan imanku

sedikit saja tiupan angin sepoi-sepoi bisa menjatuhkan monyet dari atas pohon,akankah aku rerombang-ambing ditengah badai?

aku jadi teringat perkataanMu saat Engkau berjalan diatas air dan hendak menolong Simon Petrus, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Matius 14:31)

pertanyaan sederhana itu mengguncang pikiranku tentang artinya ketakutan yang sebenarnya… apakah aku takut karena dunia berusaha dan terus menghakimi aku?

apakah beban-beban yang ada saat ini adalah godaan setan agar aku mengikutinya? tapi jikaaku bisa termakan dengan mudah oleh satu godaan saja, apa arti perjuanganku untuk berubah?

ku masih ingat dengan jelas bagaimana aku berjuang melawan semua rasa negatif yang masuk dan menguasaiku… semua kenangan pahit, rasa sakit itu muncul, memelukku dengan sangat erat…

ketika itulah aku merasa tak ada gunanya lagi aku hidup, putus asa itu pasti ada dan selalu menghibur disela-sela kebahagiaanku

aku lupa bagaimana caranya bersyukur atas apa yang aku dapatkan sekarang, tapi karena perkataan dan janjiMulah aku hidup

aku ada bukan karena manusia mengimpikan aku ada, tetapi karena kehendakMulah yang terjadi dalamku, karena kenginanMu, maka lahirlah aku didunia ini

dimana aku sedang berpijak saat ini, disanalah aku seharusnya berada, berjalan di jalan yang memang sudah seharusnya aku lewati, aku nikmati dan aku rasakan rahmatNya

walaupun harus diiringi dengan air mata, aku tetap kuat dan percaya pada janji Tuhan… janji yang menjadi sumber kebahagiaanku, ketenanganku, cahayaku dan bintangku

kalau aku masih ingat pengorbanan uhan yang konon diragukan banyak orang, tapi aku mau mengerti dan mau menjalani peran yang ada sampai saat ini, justru itulah yang menguatkanku saat aku terjatuh

saat jatuh itu memang menyakitkan, tapi aku percaya itu adalah salah satu jembatan yang menghubungkanku denganMu, Tuhan

terima kasih atas kekuatanMu, Tuhan sehingga aku bisa merasakan pertolongan, penyertaan dan damai sejahtera yang Kau berikan padaku setiap hari

terima kasih telah setia padaku sampai saat ini, sehingga aku tak pernah sendiri menjalani pergumulanku ini.. dlaam doaku yang tak sempurna, kulukiskan harapanku di bentangan langit biru yang luas

jangan biarkan rencanaku yang terjadi, tapi melainkan rencanaMu sajalah yang terjadi, memberiku akhir yang baik dan indah…. disetiap jalanMu yang kutempuh, ku tau sakitnya menyiksa, tapi disanalah aku belajar lebih keras dari pada orang lain

belajar berkembang menjadi pribadi yang kuat, setia dan adil didalam tuntunanMu yang abadi

kekekalan abadi yang hanya milikMu, jiwaku yang tak akan pernah mati, sebab ku telah menyerahkan hidup dan matiku kepada tanganMu, tanganMu yang berkuasa mengatur jalannya hidupku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s