Apabila Natal Telah Tiada


http://indohotel.info/ini-mungkin-natal-terakhir-bagi-umat-manusia/

 

artikel terbaru yang mengartikan kata-kata Paus Fransiskus pada Khotbah Misa Natal di Vatikan ini sangat mengejutkanku dan sedikit membuatku sedih

mungkin bagi sebagian orang, Hari Natal sama saja seperti hari-hari biasa, akan tetapi bagi siapa saja yang mengerti makna perayaan Natal, pasti juga akan merasa kehilangan suasana-suasana Natal yang sangat kental

namun, setelah aku pikirkan lagi, Paus Fransiskus mungkin hanya ingin memberi kita isyarat untuk berdamai

apabila kita tidak bisa berdamai dengan negara lain, apakah salah kalau kita memulai perdamaian itu dengan diri kita sendiri, lingkungan, keluarga dan negara kita sendiri?

Natal diciptakan bukan untuk menimbullkan penderitaan, ketakutan, kesakitan, kecemasan ataupun kesedihan, tetapi justru Natal kebalikan dari itu semua

aku memang tidak merasakan adanya perperangan didunia ini, tapi jika seorang Paus Fransiskus saja bisa merasakan kerasnya perang dunia ke 3, mungkin aku juga harus berjaga-jaga

mungkinkah akhir zaman akan segera datang dan akankah Yesus Kristus yang sedang duduk di sebelah kanan Allah Bapa akan turun?

kalau aku boleh jujur, selama 22 tahun hidup di dunia ini, aku tidak dapat mengerti dibalik misteri Natal itu sendiri, namun karena aku percaya akan kehadiran Yesus Kristus, Sang Penebus dunia, aku bersyukur bisa merayakan Natal setiap tahun

jika dunia saja semakin bergeming dan saling menghancurkan, sudahkah aku berdamai dengan diriku sendiri dan dengan lingkunganku?

bagaimana aku dapat merasakan Terang Dunia yang sesungguhnya, kalau diriku ini masih dipenuhi dengan rasa benci?

Bayi yang datang itu bukan untuk memenuhi populasi di muka Bumi, melainkan mengubah segala sesuatunya menjadi baru

akan tetapi Natal juga bisa menjadi hari yang kosong, dimana hidup dilanda oleh rasa kesepian yang mendalam… Bayi itu hidup di dunia tapi Dia juga akan sangat sedih karena kita tidak mengundangNya

Yesus yang menjelma menjadi manusia, itu sama saja denganku, bisa menangis dan bersedih, bahkan ketakutan.. namun ada banyak yang membedakan manusia biasa dengan Dia

Dia kuat, sabar, panjang kasihNya, penuh keajaiban, tegas dan bersih dari dosa.. tanpa kelahiran Yesus, aku tak akan mengenal siapa Bapa di surga, siapa Allah yang sebenarnya

kalau seandainya benar kalau tahun ini adalah tahun terakhir untuk merayakan Natal dan tidak akan ada lagi Misa Natal tahun depan, aku akan tetap bersyukur

karena dengan bersyukur, aku dapat menarik benang merah dari makna Natal itu sendiri.. aku akan tetap mempercayai Yesus sebagai Guru dan Tuhanku

yang mampu melakukan segalanya dengan indah dan tepat waktu… yang membawa cahaya harapan saat aku mengalami kebutaan batin

tak semua orang percaya kalau Yesus adalah Raja Damai, Tuhan Allah dan Kristus, tapi aku bisa mengerti itu perlahan-lahan…itu bisa saja terjadi karena mereka belum merasakan mujizat Yesus Kristus di sepanjang perjalanan hidupnya

hanya orang-orang yang mau membuka hati dan pikirannya untuk menerima Roh Kudus, kasih Tuhan yang berlimpah di hidupnya

karena Yesus datang dengan membawa sejuta perubahan yang baru, aku berharap tak hanya dunia yang berubah, tapi juga yang secara tidak langsung aku telah dilahirkan kembali

dunia boleh semakin memanas dalam keganasan perang, tapi tidak akan ada juga yang mampu menerobos kasih Tuhan yang begitu besar dan kuat

dengan iman yang kokoh, akan selalu damai di kehidupan ini sebab iman yang kokoh berasal dari hati yang menaruh harapan dalam nama Yesus Kristus

kalau Natal sudah menghilang dari peradaban ini, kenangannya, ceritanya dan kisah turun-temurunnya akan terus dikenang dihati orang-orang yang mengundang Yesus Kristus sebagai Raja di hatinya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s