Seberapa Jauh?


Bangun dipagi hari, disambut dengan cerahnya matahari… berharap angin bisa menembus cakrawala

Membawa serta semua harapanku yang takut kuucapkan

Meski Natal telah terlewati dengan baik, apakah aku benar-benar sudah bersih? Benar-benar melakukan kehendak Tuhan?

Sudah seberapa jauh aku dari Tuhan??

Sejauh angin bertiup dari utara ke selatan, dari barat ke timur, sejauh itukah aku pergi?

Ingin kutinggalkan kebiasaan buruk dan kutanam bibit harapan baru

Berdoa sambil menyimpan rasa takut,  memejamkan mata sambil mengingat kesalahan masa lalu

Satu keyakinan teguh seolah terjatuh dan rontok oleh karena satu kenikmatan sesaat

Kudengar sayup-sayup yang berbicara kepadaku, dan ku merasakan tiada kata terlambat untuk berubah

Karena Tuhan Yesus selalu datang kepada orang lemah, takut akan Dia dan tersingkir….

Rasa tergugahku karena kebaikan yang tulus itu, telah membawa aku pada jalan yang seharusnya

Hanya saja karena keterlambatanku untuk menyadarinya, membuatku keras kepala

Aku tidak mau menjadi pembangkang, karena hanya Tuhan yang tau yang terbaik bagiku

Aku ingin dekat lagi denganNya, menyongsong tahun baru, menutup lembar kisah lama

Kapan aku bisa menatap sumber kehidupan yang baru jika aku terhanyut terus oleh sesuatu yang bukan dariku?

Seperti Tuhan yang sudah membukakan aku pintu harapan, tapi aku sama sekali tidak menanggapinya serius… terlalu banyak pintu yang sudah menggoncang kerusakan batinku

Dan aku merasa bodoh karena tidak mendengarkannya dengan baik

Kebodohan ini menyita banyak waktuku, sehingga kebenara  yang sudah ada sejak dulu terhapus sedikit demi sedikit

Rasa rindu itu muncul lagi, memberiku isyarat untuk jangan berhenti mendengar suara hati

Ketika aku mengandalkan Tuhan, aku harus yakin kalau aku tidak akan sendiri mengalami kegalauan ini

Saat imanku goyah, dosa membututinya sambil menebarkan penyesalan yang kadang terlihat sia-sia

Apakah masih ada pintu tobat yang terbuka bagiku? Berobatkah aku karena panggilan Tuhan atau karena takut terhadap manusia?

Apabila imanku tak cukup menyelamatkanku dari kesalahan ini, apakah itu artinya aku meragukan kuasa Tuhan?

Tuhan, tuntun aku masuk ke rencanaMu, bukan karena mauku yang semena-mena.. ubah aku menjadi lenteraMu yang bermanfaat bagi hidupku dan sesamaku…

Bentuk aku menjadi pribadi yang mengandalkan iman, Roh Kudus dan Engkau sendiri sebagai Bapa Allah kehidupanku yang sudah berada diujung kegelapan

Dekatkan aku pada hatiMu, limpahkan sukacita kelahiran Yesus Kristus dalam pikiranku dan juga hatiku

Kehancuran hidup yang sedikit demi sedikit menjalar ke dalam bibit rohaniku, menjadi pondasiku berdiri

Mengubah kebodohan ini menjadi sumber kuatku untuk selalu berjalan bersamaMu

Disetiap hembusan nafas yang tersisa ini, aku berdoa dan berharap aku bisa mengikuti jalanMu

Sebab Engkau Tuhan yang berkuasa dalam hidupku, menyentuh, mengubah dan mengantarkanku pada kekekalan abadi

Jika suaraMu tak sampai mengetuk pintu hatiku, ingatkan aku untuk senantiasa bersyukur dan menyebut namaMu disetiap kesusahanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s