Rasa Takut


kupendam semua isi hatiku, ketakutanku, kekhawatiranku dan kupersembahkan yang sekarang ini kepadaMu, Tuhan….

kuserahkan semua yang sudah aku kerjakan kepada tanganMu, biarlah Engkau yang menentukan apa saja yang harus terjadi padaku

aku pasrah bukan karena aku menyerah, tetapi karena aku tau rencanaku tak berarti saat Tuhan sudah ikut campur didalamnya

impianku yang sudah lama aku bayangkan, seolah semuanya runtuh tak bersisa saat Tuhan menukar semua impianku dengan sesuatu yang kadang juga aku tak mengerti

itu semua terjadi, bukan berarti Tuhan ingin melihatku hancur, tetapi mungkinkah Engkau sedang memprosesku dijalan sulitMu?

aku tau tak mudah untuk berpikir positif, tertawa atau tersenyum saat keadaan sudah begitu terjepit

tetapi rahmatMu tak pernah berakhir dihidupku, Engkau memuaskanku dan menenangkanku dalam gelora badai…

saat apa yang aku harapkan, pergi, hilang meninggalkan memori sedih, aku beranggapan, mungkinkah itu sebenarnya bukan apa yang aku butuhkan?

aku juga percaya, Engkau Tuhan pemenuh kebutuhanku, Kau bersihkan segala sesuatu yang bukan kebutuhanku dan menggantinya dengan jauh lebih baik

Tuhan, hanya iman dan hati ini yang kupunya, yang bisa menjadi tali penghubung antara aku dan Engkau…

setegang apapun pergumulanku saat ini, aku tetap ingin mengakui ketakutanku, Tuhan… aku takut harapanku runtuh hanya dengan satu sentuhan saja

aku mau kuat tapi bukan dengan menahan nafasku dan bertindak diluar keinginanMu, tapi aku ingin tetap berada dilindunganMu, karena yang menurutku baik, belum tentu itu yang terbaik bagiku

aku memang tak bisa menahan beban dan rasa takut ini sendiri, aku membutuhkan Engkau untuk mendampingiku… apa yang harus aku lakukan sekarang

bawa aku dekat pada kerahimanMu agar aku tak lepas dari harapan-harapan yang Kau sediakan bagiku…

jangan tinggalkan aku dalam proses menunggu ini Tuhan… karena aku tidak siap menerima hasilnya yang bisa saja bukan harapanku

aku takut melihat hasil yang kutunggu, tapi aku sadar tidak ada gunanya ku pelihara takut ini karena tak akan mengubah apa-apa dari hasil itu

aku selalu berharap, mujizatMu Tuhan… karena aku percaya mujizatMu ada setiap hari, ada untuk menunjukkan kalau Engkau sesungguhnya hidup

sesungguhnya Engkau ada untuk menebus hidupku… membersihkanku dari lembah ketakutan dan memberiku jiwa yang baru

sentuh imanku agar terus tumbuh besar seperti kasihMu yang tidak pernah berubah, dan juga selalu bertambah besar

aku memang tidak tau apa-apa tentang masa depanku, aku hanya bisa memulai apa yang aku inginkan dari mimpi dan berharap

dari mimpi yang sederana, kuingat mengapa aku memulai usahaku itu… sekalipun nanti usahaku ini sia-sia, aku tetap ingin kuat dalam pelataran kasihMu… sebab kasihMu adalah pondasi kuatku, perjuanganku yang selama ini kulakukan

aku tak mau berhenti berharap meski putus asa ini menghampiriku dan menghiasi hari-hariku… saat aku sudah berusaha atau bahkan tak pernah berhenti berusaha, aku yakin dan percaya tangan Tuhan tak pernah berhenti menolong aku

ketika harapanku hilang, tanpa aku sadari ternyata harapanku itu hanya tertutup oleh awan tebal… awan tebal yan suatu saat akan bergeser bersama tiupan angin

saat pikiranku dan tak mampu menerjang atau menerobos rancnganMu, aku berpikir, mungkin inilah kesempatanku untuk bertumbuh dan semakin kuat memegang janji Tuhan

kalau dulu, Tuhan Yesus pernah berkata, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu;  carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah , maka pintu akan dibukakan bagimu. (Matius 7:7)”, maka aku yakin kalau Engkau Yesus, akan memberikan yang terbaik bagiku, meski kadang waktu Tuhan terasa sangat berbeda denganku

tetapi disaat aku mengadalkan waktu Tuhan, aku tau mengapa Ia ingin aku menunggu, berdoa dan jangan pernah menyerah saat sahutanku tak terjawab

ada kalanya, Tuhan terlihat diam dan tak mendengar harapanku, tetapi aku percaya DiriNya tak pernah meninggalkanku sendiri dalam pergumulan yang menyakitkan sekalipun

kesetiaanMu terasa hidup dibenakku, untuk selalu melihat segala sesuatu dengan sudut yang berbeda.. itulah mengapa sudut pandangku kadang terasa buram, karena aku menutup pintu masuk kasihMu

kuserahkan perkara besar dan kecil ini hanya kepadaMu, Tuhan… sebab aku tak punya kuasa untuk memaksakan kehendakku.. biarlah kehendakMu, keinginanMu yang terlaksana dalam hidupku

terima kasih selalu memberikanku bubuk-bubuk penolakan yang mungkin membesarkan rasa takutku, tapi aku percaya dengan penolakan aku bisa maju bersamaMu dengan langkah lebih ringan

apa yang terlihat menyedihkan saat ini, akan menjadi suatu peristiwa indah yang membawaku pada kebahagiaan, hidup tanpa kepalsuan didalamnya dan itulah yang sesungguhnya Engkau inginkan agar aku tak pernah melepaskan imanku pada rasa takut itu sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s