Lembaran Baru


hilang….

ya itulah pilihanku, yang aku harapkan bisa menjadi keputusan yang bijak, keputusan yang terbaik, saat aku sadar aku tidak pernah dilihat secara nyata

aku tinggalkan semua kisah semu bahagia dan aku mulai membuat lembaran harapan baru, berharap yang baru akan memberiku kebahagiaan yang sudah lama tertunda

tak semua yang aku inginkan bisa aku dapatkan dengan mudah, tetapi inilah yang ada padaku saat ini.. aku belajar untuk terus bersyukur dan menari dibawah air hujan

setiap pergumulan yang sudah lewat namun belum selesai, ku letakkan dalam setiap helaan nafasku dan aku berdoa untuk yang terbaik dari Tuhan

aku tidak pernah mau menutup pintu pemulihan yang Tuhan tawarkan padaku, karena aku sadar selalu ada kesempatan untuk sembuh dalam keyakinan diri

waktu adalah saksi bisu yang benar-benar melihat perjuangan nyataku, waktu selalu memelukku dan menghiburku agar aku pun mau menghargainya

satu cinta terlepas dibelenggu amarah dan melukiskan garis kesedihan, dan cinta yang terpendam muncu kembali dengan sejuta aroma yang berbeda

yang menurutku adalah baik, belum tentu juga itu yang terbaik dari Tuhan… karena hanya Tuhan yang menentukan kisah hidupku, entah yang sedih atau senang, semuanya berharga

karena Tuhan sudah memilihku jauh sebelum aku menyadarinya, Dia memberiku sukacita disetiap pergumulan yang sedang aku lewati

saat aku menyadari aku tidak bisa memiliki harapanku, aku hanya punya kekuatan untuk berdoa, berdoa bukan hanya untukku saja, tapi juga untuk mereka yang tidak bisa aku gapai

hati tenang, sebab Tuhan sedang berbicara dengan lembut, memberiku janji-janji baru, pengganti janji-janji yang sudah terlepaskan

aku bersyukur hanya sampai disini saja aku merasakan apa yang paling aku tidak suka, karena dari apapun yang sedang aku lakukan adalah bukti kalau aku masih menghargai perasaanku sendiri

untuk apa aku menyakiti hatiku sendiri kalau aku tidak pernah mengingat kebaikan Tuhan yang sudah ada sejak dulu? sebab kasih Tuhan akan selalu sama, kemarin, sekarang dan selama-lamanya

apa yang aku lihat hari ini adalah secercah harapan kecil yang sedang mempersiapkan diri untuk menjadi hadiah terbesar dalam hidupku

aku tidak melihatnya sekarang, tetapi aku percaya mata Tuhan dapat meihat jauh kedepan melebihi apa yang sedang aku lihat dan aku rasakan saat ini

mujizat Tuhan yang selalu aku nantikan adalah penerang jalanku, pelita dikakiku dan pelindung semangatku yang patah

satu per satu kisah lama aku tinggalkan dan aku berharap di jalan yang baru tanpa harus bersentuhan dengan kebahagiaan masa lalu yang palsu

hatiku mulai dipulihkan dengan siraman kasih Tuhan yang tidak pernah berhenti mengalir, bahkan ketika aku sedang berdiri diam memikirkan langkah berikutnya

disetiap detik lagu yang hilang, melewati alunan nada, melukiskan satu makna yang begitu luar biasa indah… membuktikan kalau aku ini istimewa, dengan segala kelemahanku

ketika aku sudah berjalan begitu jauhnya, tanpa harus ingat kisah sedih itu, aku menyadari betapa rapuhnya aku berjalan dengan menggunakan kekuatanku sendiri

aku sudah melewati yang berat itu dan aku pun sadar semuanya adalah berharga dan Tuhan pun tidak membiarkanku untuk tergeletak karena terjatuh lagi

Dia mengulurkan tangan sebab Dia menyadari keberadaanku dan Ia inginkan aku terus melihat kepadaNya, sekalipun dunia berusaha memalingkan wajahku

aku belajar untuk setia dalam setiap beba berat yang sedang aku jalani, aku belajar untuk pegang terus janjiNya seperti tanganNya yang tidak pernah lepaskanku

aku berani berharap dalam kelemahanku sebab hanya Tuhan yang aku puny untuk dapat memahami segala hal yang tidak bisa aku mengerti

hati ini adalah satu-satunya hartaku yang bisa menghubungkanku dengan satu pribadi istimewa, yaitu Yesus Kristus yang sudah lebih dulu menghapus semua dukaku, lewat tetesan air darah pengorbananNya, Ia memulihkanku perlahan

sedikit demi sedikit aku mulai meranjak menuju ke hidup yang baru bersama dengan mereka yang mengharapkan aku ada di kehidupan mereka

sebab jarak yang jauh telah melepaskan angan-anganku, sejauh cakrawala melukiskan pelangi di langit yang biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s