Gembalaku


Yesus adalah gembalaku, Ia mengenalku jauh sebelum aku mengenal Dia

karena kepedulianNya yang begitu besar Ia melindungiku ketika aku sedang seorang diri ditengah segerombolan serigala buas

sebuas apapun serigala itu ingin menerkam aku, aku belajar untuk tetap tenang dan penuh semangat positif dengan apapun yang sedang terjadi saat ini

aku domba yang sering tersesat, tertinggal hingga aku tidak tau dimana gembalaku itu ada sekarang

aku sering kesepian, takut dan bimbang dalam menentukan pilihan.. semua yang aku pilih dan aku lakukan seolah tidak ada yang benar

dalam disetiap langkah sepiku, selalu ada rasa rindu untuk kembali, ku rindu ketika aku digendong oleh gembalaku, dibawanya menelusuri jalan yang bergelombang, dan Ia tidak ingin aku terlepas dari pantauanNya

cinta dan pehatian dari Yesus begitu aku rindukan, dan aku syukuri, Dia juga yang mengajariku untuk setialah dalam keadaan apapun… sebab kekuatan dari Dialah yang menginspirasi langkahku yang sempat terhenti

aku lalai dalam menjalankan tugasku, aku tergoda pada niikmat duniawi yang jelas bukan jalan Tuhan untukku… aku lemah dalam ketakutan dan tak berdaya lagi untuk berdiri

namun, semua itu adalah pacutan semangat dalam hidupku untuk terus hidup dalam kematian suri.. Yesus telah menghidupkan banyak orang mati, aku juga percaya, Dia sanggup menghidupkan kembali kematian suri dalam hidupku

sebab setiap kali ada panggilan hati, air surga itu turun, menyegarkan hatiku yang hampa, diselimuti dengan kedamaian dan rasa syukur yang lebih

Yesus adalah satu pribadi istimewa yang mampu membuka mataku tentang hidup yang fana ini, Ia memberiku teladan hidup yang berbeda, dengan menunjukkan suatu pengorbanan besar

dimana aku diselamatkan dan diberi kemampuan yang tidak semua orang miliki

aku sadar, aku domba kesayangan gembalaku, untuk itulah aku patut bahagia dan bersyukur… Ia gembala yang tak pernah lelah mencariku dan menggiringku kembali ke rumahku

Dia punya suatu hikmat terbesar agar aku tidak melupakan peranNya dalam hidupku, ajaranNya menawarkan aku kedamaian yang spesial supaya semua itu tak terlupakan olehku

Dia juga yang menyembuhkan aku dalam rasa sakitku, kecewaku dan juga benciku.. mendengarkan seluruh keluh kesahku dan menampung setiap tetes air mataku

mataku mungkin buram dan tertutup oleh perasaan sedih, tetapi aku juga tidak mau kehilangan harapan yang sudah sempat masuk ke dalam hatiku

hatiku memang rapuh dan tak kuat menampung beban, tetapi justru dalam kerapuhan itulah aku belajar tegar dan juga kuat, sekalipun banyak orang yang menghinaku

akan selalu ada orang yang menjadi penghalang dalam setiap inginku untuk mendapatkan hakku dan bahagiaku

tapi bersama mereka juga aku belajar menata sisa hidupku dengan terang kasih Tuhan sehingga tak pernah aku dalam gelap

kesengsaraanku akan berakhir sebab aku percaya Dia datang bukan untuk mengadili aku,tetapi mengajariku tentang kasih dan cinta, kesederhanaan hidup dan selalu berjalan disampingNya

mengikuti gerak gerikNya bagaikan hidup dalam cermin kehidupan… sulit itu ada, namun segala kesulitan itu memberiku tanda harapan yang sempat hilang

gembalaku yang kunanti dan akan kuikuti Dia, bentuklah aku seperti yang Kau inginkan, bukan karena aku yang memilih jalanku sendiri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s