Guru Jiwa


ketika apa yang aku perjuangkan, tidak terbayar sesuai dengan apa yang aku harapkan, aku berusaha menepis semua rasa sedih dan kecewa dalam diri

sebab aku sadar apa yang aku dapatkan itu tidak sebanding dengan pengalaman yang sudah aku simpan sebagai kenangan perjuanganku sendiri

aku mencintai masa laluku yang menegangkan itu, karena disana ada banyak bibit kekuatan indah sehingga akupun berubah bersama gencaran waktu

disetiap masalah yang ada, memberiku satu pelajaran penting dimana sudah saatnya aku untuk tumbuh besar dengan cara yang berbeda

segala perbedaan itu memberiku cerita kehidupan yang berbeda dan akupun tidak jua berhenti berharap dalam kegundahan

lelah itu memang akan selalu ada, namun keajaiban itu selalu ada juga disela-selanya.. karena aku percaya bahagia itu juga berhak aku miliki

aku mengejar tali senyuman yang pernah hilang dan lari dariku dan aku menangkapnya demi menggantikan setiap tetes air mata itu

jiwa yang masih ada dan bertahan ini adalah satu bukti ajaib dimmana aku sesungguhnya masih punya kekuatan sendiri yang aku sembunyikan

didalam keheningan jiwa, aku mendengar suara lembut memanggilku, agar aku kuat menghadapi situasi hidupku.. bukan hanya kuat didalam luar, tetapi dalam jiwa inilah aku harus mengukuhkan sisanya

jiwaku dilatih oleh seorang Guru yang sudah sekian lama mengenalku, Ia mencintaiku lebih dari yang aku tau.. mataNya itu tidak pernah dariku, selalu memandangku dengan penuh kasih

Dia menyertaiku didalam setiap keadaanku, sekalipun aku sedang mengalami keremukan yang menyakitkan

aku bersyukur selama aku masih ingat segala kebaikan yang aku dapat sampai hari ini, karena darii sanalah sebenarnya aku belajar menyerupai Guru

Guru yang memandangku dengan mata dan hati yang berbeda… aku dicintai dan dihargai dengan cara yang tidak biasa.. disaat orang lain hanya melihat titik kebodohanku, aku terus berkembang bersama waktu

detak jantungku terasa begitu indah dan berarti saat nyawaku telah berjalan menuju pintu maut.. aku mencintai hidupku yang tak sebersih Dia yang mengenalku

tetapi karena cintaNya yang tidak terbatas, aku bersyukur dipuaskanNya dan menjadi tidak sama dengan orang lain yang hanya ingat kelemahanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s