Tuntun Hatiku


Sabar adalah tali yang menghubungkan aku dengan kebesaran pertolongan Tuhan

Bersyukur adalah tali yang membuka kesempatan untuk lebih menikmati hidup

Tidak ada yang bisa berhenti menusuk hati ini, lebih tajam daripada pisau belati dan lidah manusia

Disetiap perkataan yang menyakitkan, disanalah tersimpan sesuatu yang tidak bisa dijelaskan

Apakah dengan menutup telinga, aku dapat membaca pesan yang tersirat?

Ketika hati sedang tidak senang, rasanya ingin bersembunyi dan segera mencari sesuatu yang bisa menenangkan aku

Perjuanganku seakan tidak pernah dihargai dan dianggap tidak bernilai oleh setitik kelemahan yang sama

Mengapa aku harus berjuang meneruskan hidup, tetapi disetiap perjuangan itu penuh dengan tusukan yang menyakitkan?

Bagaimana bersabar dikala banyak orang yang berusaha membangunkanku dengan motivasi yang salah aku tanggapi?

Atau bisa juga karena aku terlalu memikirkan perkataan orang yang sebenarnya bukan untukku?

Setidaknya aku masih memiliki kesempatan untuk memperpanjang hidupku ini yang sempat membuatku putus asa

Semua hal sudah aku perjuangkan, bahkan aku korbankan untuk jiwa uang kuat didalam tubuh yang tak sempurna

Tuhan, Engkau tau aku bukanlah orang yang selalu baik, aku bukanlah malaikatMu yang selalu memancarkan sinar harapan

Disaat aku berada diatas titik kelemahanku, aku merasa tak berdaya dan tidak berguna, aku merasa tidak mampu berada dimana aku sedang berpijak saat ini

Tuhan, tuntun hatiku menuju kemuliaanMu, hati yang selalu bersyukur, penuh sukacita karena Engkau

Aku tidak punya apa-apa yang bisa membentuk hatiku seperti hatiMu… aku hanya memiliki Engkau yang mampu menuntunku ke jalan kebenaran

Ubahlah hatiku yang keras menjadi lemah lembut, mekarkan kembali hatiku yang layu dengan cahaya hatiMu

Dimana hatiMu berbicara, disanalah aku merasa dipanggil untuk teruslah punya harapan, teruslah berjuang, jangan menyerah

Engkau telah lama memilihku dan memanggilku, dan inilah cara menjawab panggilanMu, Tuhan

Sebab aku merindukan Engkau, sentuhan jiwaku yang rapuh adalah terang dalam gelap… penghilang semua rasa gundah

Rasa lelah, marah, kesal, dan kecewa telah aku gunakan untuk bersabar meski kadang ingin menangis

Karena aku tidak tau harus bagaimana lagi disaat aku diselimuti oleh keputusasaan

Dengan mengingat kemuliaanMu, kebaikanMu, kuasaMu aku belajar memaknai hidupku yang singkat ini dengan caraMu, melihat penderitaan dengan mataMu dan terus percaya pada rencana Tuhan

Sebab rencana Tuhan itu sudah ada sebelum aku terlahir ke dunia, berada ditempat aku sekarang dan janji Tuhan adalah pelindungku agar aku tidak jatuh

Pegang erat tanganku dan jadikan aku kuat tegar melawan badai hidupku ini

Hidup singkat yang sudah Engkau anugerahi bagiku, untuk aku jalani, aku perjuangkan dan aku nikmati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s