Sandal Jepit


blog_sendalJepit_01

apakah kalian pernah melihat sandal jepit ini sebelumnya? apa yang ada dipikiramu saat melihat gambar ini?

gambar ini aku ambil dari salah satu artikel di FaceBook page Katolik dan diartikel itu, aku mendapat satu titik penjelasan mengenai sandal jepit itu

aku membuat postingan ini bukan berarti aku marah karena merasa Tuhan Yesus dan Bunda Maria dihina

banyak juga umat non-Kristiani yang bertanya-tanya,mengapa umat Kritiani tidak ada yang marah karena Tuhannya dihina?

karena mereka berpikir ketika kita memakai sandal jepit itu, sama saja dengan kita menginjak Tuhan Yesus dengan Bunda Maria

ya, memang secara kasar dan dari sisi negatif, bisa saja itu dikonotasikan dengan menginjak, merendahkan Tuhan Yesus dan Bunda Maria, sama halnya saat kita tidak sengaja atau mugkin dengan sengaja menjatuhkan atau menginjak Alkitab, itu sama saja kita menghina dan merendahkan Tuhan

karena Alkitab adalah buku yang berisi kisah sejarah dan sabda-sabda Tuhan yang mulia, sumber kekuatan dan pelita harapan

entah mengapa saat pertama kali aku melihat gambar itu, tidak ada rasa marah, kecewa atau bahkan merasa Tuhan Yesus dan Bunda Maria dihina

aku tiba-tiba saja langsung teringat pada satu ayat Kitab Mazmur 119:105 (Psalm 119:105) yang berbunyi,

“FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

“Your words is a lamp unto my feet and a light unto my path.”

melalui potongan ayat sederhana itu, aku berpikir orang yang membuat sandal jepit itu tidak ada maksud untuk menghina agama Katolik dan Kristen

mungkin saja orang yang membuat sandal jepit itu terinspirasi dari ayat Kitab Mazmur itu dan ia mengivisualisasikan ayat itu dalam bentuk nyata

seperti kita tau, sandal jepit itu dipakai dikedua kaki kita dan bagi kita umat Kristiani yang benar-benar mengimani Yesus Kristus adalah Tuhan, kita percaya Tuhan Yesus selalu berjalan bersama kita

Ia adalah pelita bagi jalanku yang selalu menerangi langkahku, menunjukkanku petunjuk, sekalipun aku merasa sedang tersesat

aku percaya Tuhan Yesus selalu berjalan bersamaku, mendampingi langkahku sampai akhirnya aku tiba diujung perjalananku

aku merasakan energi positif dari sandal jepit itu, bagaimana cara Tuhan mengingatkan aku tentang sabdaNya di Kitab Mazmur… agar aku pun selalu berjalan bersamaNya, bertidak selalu didalam rencanaNya, bukan karena keinginanku saja

lalu apakah kita berdosa saat kita memakai sandal jepit itu? tentu saja tidak

mengapa kita harus takut menghina Tuhan dan berdosa karena menginjak wajah Tuhan? sebab kita percaya Tuhan adalah pelita kehidupan kita, yang akan selalu mendampingi langkah kita setiap hari

aku berani bersaksi lewat kitab Mazmur karena aku percaya Tuhan mengawasi jalanku, memberiku harapan dan memulihkan keadaanku yang tidak sempurna

hanya Tuhanlah sendiri yang bisa menentukan dan menilai apakah yang kita lakukan itu berdosa atau tidak, apakah hati kita benar-benar berniat untuk bertobat

untuk apa kita sibuk menilai perilaku orang lain, kalau kita juga masih kadang buta dengan dosa dan perilaku kita sendiri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s